Pages

Minggu, 03 Juni 2018

Perkembangan dan Pertumbuhan Penduduk

Landasan Teori
Perkembangan pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia. Dalam demografi dan ekologi, nilai pertumbuhan penduduk (NPP) adalah nilai kecil dimana jumlah individu dalam sebuah populasi meningkat.

Perkembangan Penduduk Indonesia
Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua Orang yang tinggal di daerah tersebut Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain. Semua orang yang mendiami wilayah Indonesia disebut penduduk Indonesia. Nah berikut ini saya berikan data-data mengenai jumlah penduduk di Indonesia terupdate 2018 yang datanya bersumber dari Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (UN DESA).
Negara
INDONESIA
Populasi saat ini
266,927,712
Populasi saat ini
133,084,082 (49.9%)
Populasi Laki-laki
133,842,630 (50.1%)
Populasi Perempuan
1,567,625
Lahir tahun ini
13,430
Lahir hari ini
548,022
Meninggal hari ini
4,696
Pertumbuhan penduduk hari ini
976,811
Pertumbuhan penduduk hari in
8,372

Angka-angka tersebut akan terus berubah setiap detiknya baik bertambah maupun berkurang mengingat terjadi kelahiran dan kematian. Dari tabel di atas, total jumlah penduduk di Indonesia saat ini adalah 266.927.712 orang, yang terdiri dari 49,9% laki-lakidan 50.1% perempuan. Di atas juga ditampilkan jumlah pertumbuhan penduduk tiap tahunnya, dimana pertanggal 15 -3 - 18 penduduk Indonesia bertambah 976.811 jiwa.


Pertambahan Penduduk dan Lingkungan Pemukiman

Lingkungan ialah tempat bagi makhluk hidup melakukan interaksi satu dengan lainnya. Faktor yang penting dalam permasalahan lingkungan adalah besarnya populasi manusia, dengan pertumbuhan populasi yang cepat,kebutuhan pangan, bahan bakar,tempat permukiman,dan lain kebutuhan serta limbah domestic juga bertambah dengan cepat. Hubungan pertumbuhan penduduk dengan lingkungan pemukiman adalah dengan pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali dapat menyebabkan kepadatan penduduk disuatu wilayah dan kepadatan tersebut menganggu lingkungan pemukiman, oleh karena itu dengan banyaknya penduduk disuatu wilayah, penduduk tersebut membangun tempat tinggal dan akhirnya lingkungan pemukiman didaerah tersebut semakin banyak dan menumpuk atau menjadi lingkungan pemukiman yang kumuh. Oleh karena itu pertumbuhan penduduk perlu dikendali kan dengan KB (Keluarga Berencana) agar tidak banyak lingkungan pemukiman yang kumuh di Indonesia. Wabah penyakit pun dapat timbul karna lingkungan yang kumuh dan kotor, tentunya kesehatan penduduk itu sendiri pun terancam.

Pertumbuhan Penduduk dan Tingkat pendidikan

Negara kita merupakan salah satu negara yang pertambahan penduduknya sangat cepat di dunia, dalam hal ini pertambahan penduduk sangat mempengaruhi tingkat pendidikan, makin banyak tingkat kelahiran maka akan dibutuhkan layanan pendidikan yang makin tinggi, jika kita bandingkan tingkat pendidikan dengan Negara-negara lain, Negara kita belum apa-apa, banyak anak-anak dinegara kita yang mengalami putus sekolah hal ini disebabkan karena factor ekonomi. Yang berperan aktif dalam menyelesaikan masalah pendidikan ini adalah Pemerintah, Pemerintah sabaiknya megganti Program Pendidikan di Negara kita, baik dalam bentuk materi maupun dalam bentuk fasilitas, sehingga dapat membantu orang-orang yang tidak mampu, misalnya memberikan pendidikan gratis bagi orang yang benar-benar yang tidak mampu, memberikan fasilitas-fasilitas kebutuhaan pendidikan misalnya buku dan alat-alat praktek Hal ini menjadi factor mereka untuk berpindah wilayah,terutama ke kota-kota besar.Biasanya mereka mendengar bahwa dikota itu adalah tempat mencari rezeki yang baik.Bila melihat tingkat pendidikan di kota,pendidikan disana sudah relative tinggi,dalam arti kata jika penduduk dari desa mencari pekerjaan,sudah agak sulit karena dikota yang diutamakn adalah pendidikan minimalnya setingkat sekolah menengah atas.kenyataanya adalah ketika penduduk tersebut tidak mendapat pekerjaan mereka mesih tetap bertahan di wilayah itu yang menimbulkan masalah-masalah sosial bagi wilayah perkotaan.


Pertumbuhan Penduduk dan Penyakit yang Berkaitan dengan Lingkungan Hidup

Dalam dalam masalah ini maka penduduk tidak aka jauh dengan masalah kesehatan atau penyakit yang melanda penduduk tersebut,dikarenakan lingkungan yang kurang terawat ataupun pemukiman yang kumuh,seperti limbah pabrik,selokan yang tidak terawat yang menyebabkan segala penyakit akan melanda para penghuni wilayah tersebut yang mengakibatkan kematian dan terjadi pengurangan jumlah penduduk.
Untuk menjamin kesehatan bagi semua orang di lingkunan yang sehat, perlu jauh lebih banyak daripada hanya penggunaan teknologi medikal, atau usaha sendiri dalam semua sektor kesehatan.
Usaha-usaha secara terintegrasi dari semua sektor, termasuk organisasi-organisasi, individu-individu, dan masyarakat, diperlukan untuk pengembangan pembangunan sosio-ekonomi yang berkelanjutan dan manusiawi, menjamin dasar lingkungan hidup dalam menyelesaikan masalah-masalah kesehatan. Seperti semua makhluk hidup, manusia juga bergantung pada lingkungannya untuk memenuhi keperluan-keperluan kesehatan dan kelangsungan hidup. Kesehatanlah yang rugi apabila lingkungan tidak lagi memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia akan makanan, air, sanitasi, dan tempat perlindungan yang cukup dan aman- karena kurangnya sumber-sumber atau distribusi yang tidak merata. Kesehatanlah yang rugi apabila orang-orang menghadapi unsur-unsur lingkungan yang tidak ramah- seperti binatang-binatang mikro, bahan-bahan beracun, musuh bersenjata atau supir-supir yang mabuk. Kesehatan manusia adalah keperluan dasar untuk pembangunan berkelanjutan. Tanpa kesehatan, manusia tidak dapat membangun apa pun, tidak dapat menentang kemiskinan, atau melestarikan lingkungan hidupnya. Sebaliknya, pelestarian lingkungan hidup merupakan hal pokok untuk kesejahteraan manusia dan proses pembangunan. Lingkungan yang sehat menghasilkan masyarakat yang sehat, sebaliknya lingkungan yang tidak sehat menyebabkan banyak penyakit

 Pertumbuhan Penduduk dan Kelaparan

Kekurangan gizi dan angka kematian anak meningkat di sejumlah kawasan yang paling buruk di Asia dan Pasifik kendati ada usaha internasional untuk menurunkan keadaan itu, kata sebuah laporan badan kesehatan PBB hari Senin.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa sasaran kesehatan yang ditetapkan berdasarkan delapan Tujuan Pembangunan Milenium PBB tahun 2000 tidak akan tercapai pada tahun 2015 berdasarkan kecnderungan sekarang.“Sejauh ini bukti menunjukkan bahwa kendati ada beberapa kemajuan, di banyak negara, khususnya yang paling miskin, tetap ketinggalan dalam kesehatan,” kata Dirjen WHO Lee Jong Wook dalam laporan itu.Kendati tujuan pertama mengurangi kelaparan, situasinya bahkan memburuk sementara negara-negara miskin berjuang mengatatasi masalah pasokan pangan yang kronis, kata data laporan itu.Antara tahun 1990 dan 2002– data yang paling akhir– jumlah orang yang kekurangan makanan meningkat 34 juta di indonesia dan 15 juta di Surabaya dan 47 juta orang di Asia timur, kata laporan tersebut.Proporsi anak berusia lima tahun ke bawah yang berat badannya terlalu ringan di Surabaya, tenggara dan timur meningkat enam sampai sembilan persen antara tahun 1990 dan 2003, sementara hampir tidak berubah (32 persen).Lebih dari separuh anak-anak di Asia selatan kekurangan gizi, sementara rata-rata di negara-negara berkembang tahun 2003 tetap sepertiga.“Meningkatnya pertambahan penduduk dan produktivitas pertanian yang rendah merupakan alasan utama kekurangan pangan di kawasan-kawasan ini,” kata laporan itu.Kelaparan cenderung terpusat di daerah-daerah pedesaan di kalagan penduduk yang tidak memilki tanah atau para petani yang memiliki kapling yang sempit untuk memenunhi kebutuhan hidup mereka,” tambah dia.Tidak ada satupun negara-negara miskin dapat memenuhi tantangan mengurangi tingkat kematian anak.Kematian bayi meningkat tajam di Surabaya antara tahun 1999 dan 2003, yang menurut data terakhir yang diperoleh, dari 90 sampai 126 anak per 1.000 kelahiran hidup. Juga terjadi peningkatan tajam dari 38 menjadi 87 per 1.000 kelahiran hidup.“Untuk sebagian besar negara kemajuan dalam mengurangi kematian anak juga akan berjalan lambat karena usaha-usaha mengurangi kekurangan gizi dan mengatasi diare, radang paru-paru, penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin dan malaria tidak memadai,” kata laporan itu.Berdasarkan kecenderungan sekarang, WHO memperkirakan pengurangan dalam angka kematian dikalangan anak berusia dibawah lima tahun antara tahun 1990 dan 2015 akan menjadi sekitar seperempat, kurang dari dua pertiga dari yang diusahakan.Usaha untuk mengatasi kematian ibu juga sulit, kata laporan WHO itu. Tingkat kematian ibu diperkirakan akan menurun hanya di negara-negara yang telah memiliki tingkat kematian paling rendah sementara sejumlah negara yang mengalami angka terburuk bahkan sebaliknya. WHO memperkirakan 504.000 dan 528.000 kematian dalam setahun karena komplikasi dalam kehamilan dan kelahiran terjadi di Surabaya Tingginya laju pertumbuhan penduduk dan angka kelahiran di Indonesia tersebut, diperparah dengan pola penyebaran penduduk yang tidak merata. “Jika semua itu, tidak segera dikendalikan, maka hal itu akan jadi beban buat kita semua. Karena itu, baik pria maupun wanita harus memaksimalkan program KB, Untuk mengurangi jumlah penduduk lapar tersebut, maka menurut Diouf diperlukan peningkatan produksi dua kali lipat dari sekarang pada tahun 2050. Peningkatan produksi ini khususnya perlu terjadi di negara berkembang, di mana terdapat mayoritas penduduk miskin dan lapar.

Kemiskinan dan Keterbelakangan

Kemiskinan merupakan permasalah yang paling susah diatasi diseluruh dunia, terutama di Negara kita, bangsa Indonesia telah mempunyai perhatian besar terhadap terciptanya masyarakat yang adil dan makmur Program-program pembangunan yang dilaksanakan selama ini juga selalu memberikan perhatian besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan karena pada dasarnya pembangunan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meskipun demikian, masalah kemiskinan sampai saat ini terus-menerus menjadi masalah yang berkepanjangan. Pada dasarnya ada dua faktor penting yang dapat menyebabkan kegagalan program penanggulangan kemiskinan di Indonesia. Pertama, program- program penanggulangan kemiskinan selama ini cenderung berfokus pada upaya penyaluran bantuan sosial untuk orang miskin.Hal itu, antara lain, berupa beras untuk rakyat miskin dan program jaring pengaman sosial (JPS) untuk orang miskin. Upaya seperti ini akan sulit menyelesaikan persoalan kemiskinan yang ada karena sifat bantuan tidaklah untuk pemberdayaan, bahkan dapat menimbulkan ketergantungan.
Kedua data ini pada dasarnya ditujukan untuk kepentingan perencanaan nasional yang sentralistik, dengan asumsi yang menekankan pada keseragaman dan fokus pada indikator dampak. Pada kenyataannya, data dan informasi seperti ini tidak akan dapat mencerminkan tingkat keragaman dan kompleksitas yang ada di Indonesia sebagai negara besar yang mencakup banyak wilayah yang sangat berbeda, baik dari segi ekologi, organisasi sosial, sifat budaya, maupun bentuk ekonomi yang berlaku secara lokal. Bisa saja terjadi bahwa angka-angka kemiskinan tersebut tidak realistis untuk kepentingan lokal, dan bahkan bisa membingungkan pemimpin lokal (pemerintah kabupaten/kota).
Kemiskinan bisa dikelompokan dalam dua kategori, yaitu Kemiskinan absolut dan Kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut mengacu pada satu set standard yang konsisten, tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat / negara. Sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yg cukup menopang kebutuhan tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuk laki laki dewasa).
Meskipun kemiskinan yang paling parah terdapat di dunia bekembang, ada bukti tentang kehadiran kemiskinan di setiap region. Di negara-negara maju, kondisi ini menghadirkan kaum tuna wisma yang berkelana ke sana kemari dan daerah pinggiran kota dan ghetto yang miskin. Kemiskinan dapat dilihat sebagai kondisi kolektif masyarakat miskin, atau kelompok orang-orang miskin, dan dalam pengertian ini keseluruhan negara kadang-kadang dianggap miskin. Untuk menghindari stigma ini, negara-negara ini biasanya disebut sebagainegara berkembang.

Penyebab kemiskinan
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:
·         penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin;
·         penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
·         penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;
·         penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi;
·         penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.
Meskipun diterima luas bahwa kemiskinan dan pengangguran adalah sebagai akibat dari kemalasan, namun di Amerika Serikat (negara terkaya per kapita di dunia) misalnya memiliki jutaan masyarakat yang diistilahkan sebagai pekerja miskin; yaitu, orang yang tidak sejahtera atau rencana bantuan publik, namun masih gagal melewati atas garis kemiskinan.
Faktor Penyebab Kemiskinan
·         Tidak tersedia kesempatan kerja (Menganggur, tdk memperoleh penghasilan)
·         Upah gaji dibawah standar minimum
·         Produktivitas kerja yang rendah
·         Ketiadaan aset
·         Diskriminasi seks dalam upah kerja
·         Tekanan harga (harga ditetapkan oleh pembeli)
·         Penjualan tanah (untuk kepentingan konsumtif)
·         Penyebab Kemiskinan lainnya
·         Rendahnya pendapatan dan tingkat konsumsi masyarakat
·         Rendahnya tingkat pendidikan dan kesehatan
·         Ketidakberdayaan untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan publik (powerlessness)
·         Ketidakmampuan menyampaikan aspirasi (voicelessness)
·         Masalah yang berkenaan dengan pembangunan manusia (human development)
·         Menghilangkan kemiskinan
Tanggapan utama terhadap kemiskinan adalah:
Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin. Ini telah menjadi bagian pendekatan dari masyarakat Eropa sejak zaman pertengahan.
Bantuan terhadap keadaan individu. Banyak macam kebijakan yang dijalankan untuk mengubah situasi orang miskin berdasarkan perorangan, termasuk hukuman, pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja, dan lain-lain.
Persiapan bagi yang lemah. Daripada memberikan bantuan secara langsung kepada orang miskin, banyak negara sejahtera menyediakan bantuan untuk orang yang dikategorikan sebagai orang yang lebih mungkin miskin, seperti orang tua atau orang dengan ketidakmampuan, atau keadaan yang membuat orang miskin, seperti kebutuhan akan perawatan kesehatan
Dampak Tingginya Angka Kemiskinan di Indonesia
1)      Dampak masalah kependudukan
Kemiskinan akan menimbulkan dampak kependudukan, yaitu ketidakmerataan persebaran penduduk, karena banyak orang yang datang ke kota-kota besar (urbanisasi) untuk sekedar mengadu nasib. Hal ini akan menimbulkan kesenjangan pembangunan sarana prasarana dan kebutuhan umum. Kesenjangan pembangunan ditambah dengan terbatasnya lapangan pekerjaan sedangkan angkatan kerja yang jumlahnya meledak akan menimbulkan banyak pengangguran, baik pengangguran terselubung mupun pengangguran terbuka.
2)    Dampak masalah ekonomi
Indonesia adalah negeri yang kaya akan sumber daya alam dan potensi sumber daya manusia yang tinggi.  Namun sangat disayangkan, kemiskinan menjadikan Penduduk tidak memiliki kekuatan dalam mengembangkan perekonomian Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan lemahnya tingkat konsumsi masyarakat Indonesia terhadap berbagai produk. Permodalan dalam bidang produksi juga masih kurang, sehingga perusahaan tidak dapat berkembang secara optimal. Masalah transportasi yang sulit dijangkau karena kurangnya kemampuan masyarakat untuk mengadakan sarana transportasi yang memadai dan dapat dijangkau segala kalangan juga menghambat perekonomian Indonesia.. Hal ini sangat disayangkan karenasebenarnya Indonesia memiliki potensi yang besar.
3)    Dampak masalah lingkungan
Masalah lingkungan terjadi saat masyarakat tidak mampu menyediakan lingkungan hidup yang memadai bagi diri dan keluarganya. Lingkungan hidup yang tidak memadai mengancam ketenteraman dan kesejahteraan karena terjadi ketidak seimbangan manusia dengan lingkungan yang menjadi tempat hidupnya. Dampak masalah lingkungan yang lain adalah keterbelakangan pembangunan,kebodohan, banjir, pencemaran lingkungan, den tingkat kesehatan masyarakat yang rendah karena lingkungan yang kurang mendukung akibat kemiskinan.
4)    Dampak masalah pendidikan
Masalah pendidikan di Indonesia juga terkait dengan kemiskinan. Banyak anak-anak yang tidak mampu meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena dibelenggu kemiskinan, tak jarang anak-anak Indonesia bahkan tidak pernah merasakan bangku pendidikan. Pemerintah memang membebaskan biaya SPP pada pendidikan tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, namun tidak pada biaya buku, seragam, dan biaya transportasi ataupun bantuan biaya hidup selama bersekolah. Pendidikan secara luas merupakan dasar pembentukan kepribadian, kemajuan ilmu, teknologi, dan kemajuan kehidupan sosial pada umumnya. Dampak kemiskinan terhadap masalah pendidikan sangat merugikan karena telah menghilangkan pentingnya pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
5)    Dampak masalah sosial
Kemiskinan menimbulkan berbagai dampak sosial yang cukup meresahkan. Beberapa diantaranya adalah meningkatnya kriminalitas, kasus bunuh diri, kasus pembunuhan, dan konflik sosial. Orang yang miskin dan membutuhkan penyelesaian atas masalahnya akan menghalalkan segala cara agar diri dan keluarganya dapat bertahan hidup, termasuk dengan mencuri,merampok, bahkan sampai membunuh orang lain. Jika ia tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, dan putus asa karena belenggu kemiskinan, dan hutang pada orang lain dan tidak mampu untuk mengembalikannya, tidak menutup kemungkinan untuk mengalami depresi dan bunuh diri. Kemiskinan juga menimbulkan arus urbanisasi yang sangat deras. Orang-orang miskin pergi ke kota besar untuk mengadu nasib dengan kemampuan yang sangat terbatas, dan akhirnya kalah bersaing dengan orang lain. Hal ini akan memperparah tingkat pengangguran. Dan yang terakhir, timbulnya konflik sosial disebabkan oleh orang-orang yang merasa tidak puas dan kecewa atas kemiskinan yang kini meluas di desa maupun kota di Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Hartomo.1990. Ilmu Sosial Dasar.Jakarta:Bumi Aksara
Rustian kamaluddin. 1998. Pengantar ekonomi Pembangunan.Jakarta : Lembaga penerbit fakultas Ekonomi UI
M.Masyhur amin.1994. Moralitas Pembangunan.Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset
Herimanto. 2008. IlmuSosialdanBudayaDasar. Jakarta : BumiAksara
Jurnal Masyarakat dan Budayaa,volume 11 No.2 Tahun 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar