Landasan
Teori
Perkembangan pertumbuhan penduduk adalah
perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam
jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran.
Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah
pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi
nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan
penduduk dunia. Dalam demografi dan ekologi, nilai pertumbuhan penduduk (NPP)
adalah nilai kecil dimana jumlah individu dalam sebuah populasi meningkat.
Perkembangan
Penduduk Indonesia
Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua
Orang yang tinggal di daerah tersebut Orang yang secara hukum berhak tinggal di
daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk
tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di
daerah lain. Semua orang yang mendiami wilayah Indonesia disebut penduduk
Indonesia. Nah
berikut ini saya berikan data-data mengenai jumlah penduduk di Indonesia
terupdate 2018 yang datanya bersumber dari Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial
PBB (UN DESA).
Negara
|
INDONESIA
|
Populasi saat ini
|
266,927,712
|
Populasi saat ini
|
133,084,082 (49.9%)
|
Populasi Laki-laki
|
133,842,630 (50.1%)
|
Populasi Perempuan
|
1,567,625
|
Lahir tahun ini
|
13,430
|
Lahir hari ini
|
548,022
|
Meninggal hari ini
|
4,696
|
Pertumbuhan penduduk hari ini
|
976,811
|
Pertumbuhan penduduk hari in
|
8,372
|
Angka-angka tersebut akan terus berubah
setiap detiknya baik bertambah maupun berkurang mengingat terjadi kelahiran dan
kematian. Dari tabel di atas, total jumlah penduduk di Indonesia saat ini
adalah 266.927.712 orang, yang terdiri dari 49,9% laki-lakidan 50.1% perempuan.
Di atas juga ditampilkan jumlah pertumbuhan penduduk tiap tahunnya, dimana
pertanggal 15 -3 - 18 penduduk Indonesia bertambah 976.811 jiwa.
Pertambahan
Penduduk dan Lingkungan Pemukiman
Lingkungan ialah tempat bagi makhluk hidup
melakukan interaksi satu dengan lainnya. Faktor yang penting dalam permasalahan
lingkungan adalah besarnya populasi manusia, dengan pertumbuhan populasi yang
cepat,kebutuhan pangan, bahan bakar,tempat permukiman,dan lain kebutuhan serta
limbah domestic juga bertambah dengan cepat. Hubungan pertumbuhan penduduk
dengan lingkungan pemukiman adalah dengan pertumbuhan penduduk yang tidak
terkendali dapat menyebabkan kepadatan penduduk disuatu wilayah dan kepadatan
tersebut menganggu lingkungan pemukiman, oleh karena itu dengan banyaknya
penduduk disuatu wilayah, penduduk tersebut membangun tempat tinggal dan
akhirnya lingkungan pemukiman didaerah tersebut semakin banyak dan menumpuk
atau menjadi lingkungan pemukiman yang kumuh. Oleh karena itu pertumbuhan
penduduk perlu dikendali kan dengan KB (Keluarga Berencana) agar tidak banyak
lingkungan pemukiman yang kumuh di Indonesia. Wabah penyakit pun dapat timbul
karna lingkungan yang kumuh dan kotor, tentunya kesehatan penduduk itu sendiri
pun terancam.
Pertumbuhan
Penduduk dan Tingkat pendidikan
Negara kita merupakan salah satu negara
yang pertambahan penduduknya sangat cepat di dunia, dalam hal ini pertambahan
penduduk sangat mempengaruhi tingkat pendidikan, makin banyak tingkat kelahiran
maka akan dibutuhkan layanan pendidikan yang makin tinggi, jika kita bandingkan
tingkat pendidikan dengan Negara-negara lain, Negara kita belum apa-apa, banyak
anak-anak dinegara kita yang mengalami putus sekolah hal ini disebabkan karena
factor ekonomi. Yang berperan aktif dalam menyelesaikan masalah pendidikan ini
adalah Pemerintah, Pemerintah sabaiknya megganti Program Pendidikan di Negara
kita, baik dalam bentuk materi maupun dalam bentuk fasilitas, sehingga dapat
membantu orang-orang yang tidak mampu, misalnya memberikan pendidikan gratis
bagi orang yang benar-benar yang tidak mampu, memberikan fasilitas-fasilitas
kebutuhaan pendidikan misalnya buku dan alat-alat praktek Hal ini menjadi
factor mereka untuk berpindah wilayah,terutama ke kota-kota besar.Biasanya
mereka mendengar bahwa dikota itu adalah tempat mencari rezeki yang baik.Bila melihat tingkat pendidikan di
kota,pendidikan disana sudah relative tinggi,dalam arti kata jika penduduk dari
desa mencari pekerjaan,sudah agak sulit karena dikota yang diutamakn adalah
pendidikan minimalnya setingkat sekolah menengah atas.kenyataanya adalah ketika
penduduk tersebut tidak mendapat pekerjaan mereka mesih tetap bertahan di
wilayah itu yang menimbulkan masalah-masalah sosial bagi wilayah perkotaan.
Pertumbuhan
Penduduk dan Penyakit yang Berkaitan dengan Lingkungan Hidup
Dalam dalam masalah ini maka penduduk
tidak aka jauh dengan masalah kesehatan atau penyakit yang melanda penduduk
tersebut,dikarenakan lingkungan yang kurang terawat ataupun pemukiman yang
kumuh,seperti limbah pabrik,selokan yang tidak terawat yang menyebabkan segala
penyakit akan melanda para penghuni wilayah tersebut yang mengakibatkan
kematian dan terjadi pengurangan jumlah penduduk.
Untuk menjamin kesehatan bagi semua orang
di lingkunan yang sehat, perlu jauh lebih banyak daripada hanya penggunaan
teknologi medikal, atau usaha sendiri dalam semua sektor kesehatan.
Usaha-usaha secara terintegrasi dari semua
sektor, termasuk organisasi-organisasi, individu-individu, dan masyarakat,
diperlukan untuk pengembangan pembangunan sosio-ekonomi yang berkelanjutan dan
manusiawi, menjamin dasar lingkungan hidup dalam menyelesaikan masalah-masalah
kesehatan. Seperti semua makhluk hidup, manusia juga bergantung pada
lingkungannya untuk memenuhi keperluan-keperluan kesehatan dan kelangsungan
hidup. Kesehatanlah yang rugi apabila lingkungan tidak lagi memenuhi
kebutuhan-kebutuhan manusia akan makanan, air, sanitasi, dan tempat
perlindungan yang cukup dan aman- karena kurangnya sumber-sumber atau
distribusi yang tidak merata. Kesehatanlah yang rugi apabila orang-orang
menghadapi unsur-unsur lingkungan yang tidak ramah- seperti binatang-binatang
mikro, bahan-bahan beracun, musuh bersenjata atau supir-supir yang mabuk.
Kesehatan manusia adalah keperluan dasar untuk pembangunan berkelanjutan. Tanpa
kesehatan, manusia tidak dapat membangun apa pun, tidak dapat menentang
kemiskinan, atau melestarikan lingkungan hidupnya. Sebaliknya, pelestarian
lingkungan hidup merupakan hal pokok untuk kesejahteraan manusia dan proses
pembangunan. Lingkungan yang sehat menghasilkan masyarakat yang sehat,
sebaliknya lingkungan yang tidak sehat menyebabkan banyak penyakit
Pertumbuhan Penduduk dan Kelaparan
Kekurangan gizi dan angka kematian anak
meningkat di sejumlah kawasan yang paling buruk di Asia dan Pasifik kendati ada
usaha internasional untuk menurunkan keadaan itu, kata sebuah laporan badan
kesehatan PBB hari Senin.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa
sasaran kesehatan yang ditetapkan berdasarkan delapan Tujuan Pembangunan
Milenium PBB tahun 2000 tidak akan tercapai pada tahun 2015 berdasarkan kecnderungan
sekarang.“Sejauh ini bukti menunjukkan bahwa kendati ada beberapa kemajuan, di
banyak negara, khususnya yang paling miskin, tetap ketinggalan dalam
kesehatan,” kata Dirjen WHO Lee Jong Wook dalam laporan itu.Kendati tujuan
pertama mengurangi kelaparan, situasinya bahkan memburuk sementara
negara-negara miskin berjuang mengatatasi masalah pasokan pangan yang kronis,
kata data laporan itu.Antara tahun 1990 dan 2002– data yang paling akhir–
jumlah orang yang kekurangan makanan meningkat 34 juta di indonesia dan 15 juta
di Surabaya dan 47 juta orang di Asia timur, kata laporan tersebut.Proporsi
anak berusia lima tahun ke bawah yang berat badannya terlalu ringan di
Surabaya, tenggara dan timur meningkat enam sampai sembilan persen antara tahun
1990 dan 2003, sementara hampir tidak berubah (32 persen).Lebih dari separuh
anak-anak di Asia selatan kekurangan gizi, sementara rata-rata di negara-negara
berkembang tahun 2003 tetap sepertiga.“Meningkatnya pertambahan penduduk dan
produktivitas pertanian yang rendah merupakan alasan utama kekurangan pangan di
kawasan-kawasan ini,” kata laporan itu.Kelaparan cenderung terpusat di
daerah-daerah pedesaan di kalagan penduduk yang tidak memilki tanah atau para
petani yang memiliki kapling yang sempit untuk memenunhi kebutuhan hidup
mereka,” tambah dia.Tidak ada satupun negara-negara miskin dapat memenuhi
tantangan mengurangi tingkat kematian anak.Kematian bayi meningkat tajam di
Surabaya antara tahun 1999 dan 2003, yang menurut data terakhir yang diperoleh,
dari 90 sampai 126 anak per 1.000 kelahiran hidup. Juga terjadi peningkatan
tajam dari 38 menjadi 87 per 1.000 kelahiran hidup.“Untuk sebagian besar negara
kemajuan dalam mengurangi kematian anak juga akan berjalan lambat karena
usaha-usaha mengurangi kekurangan gizi dan mengatasi diare, radang paru-paru,
penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin dan malaria tidak memadai,” kata
laporan itu.Berdasarkan kecenderungan sekarang, WHO memperkirakan pengurangan
dalam angka kematian dikalangan anak berusia dibawah lima tahun antara tahun
1990 dan 2015 akan menjadi sekitar seperempat, kurang dari dua pertiga dari
yang diusahakan.Usaha untuk mengatasi kematian ibu juga sulit, kata laporan WHO
itu. Tingkat kematian ibu diperkirakan akan menurun hanya di negara-negara yang
telah memiliki tingkat kematian paling rendah sementara sejumlah negara yang
mengalami angka terburuk bahkan sebaliknya. WHO memperkirakan 504.000 dan
528.000 kematian dalam setahun karena komplikasi dalam kehamilan dan kelahiran
terjadi di Surabaya Tingginya laju pertumbuhan penduduk dan angka kelahiran di
Indonesia tersebut, diperparah dengan pola penyebaran penduduk yang tidak
merata. “Jika semua itu, tidak segera dikendalikan, maka hal itu akan jadi
beban buat kita semua. Karena itu, baik pria maupun wanita harus memaksimalkan
program KB, Untuk mengurangi jumlah penduduk lapar tersebut, maka menurut Diouf
diperlukan peningkatan produksi dua kali lipat dari sekarang pada tahun 2050.
Peningkatan produksi ini khususnya perlu terjadi di negara berkembang, di mana
terdapat mayoritas penduduk miskin dan lapar.
Kemiskinan
dan Keterbelakangan
Kemiskinan merupakan permasalah yang
paling susah diatasi diseluruh dunia, terutama di Negara kita, bangsa Indonesia
telah mempunyai perhatian besar terhadap terciptanya masyarakat yang adil dan
makmur Program-program pembangunan yang dilaksanakan selama ini juga selalu
memberikan perhatian besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan karena pada
dasarnya pembangunan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Meskipun demikian, masalah kemiskinan sampai saat ini terus-menerus menjadi
masalah yang berkepanjangan. Pada dasarnya ada dua faktor penting yang dapat
menyebabkan kegagalan program penanggulangan kemiskinan di Indonesia. Pertama,
program- program penanggulangan kemiskinan selama ini cenderung berfokus pada
upaya penyaluran bantuan sosial untuk orang miskin.Hal itu, antara lain, berupa
beras untuk rakyat miskin dan program jaring pengaman sosial (JPS) untuk orang
miskin. Upaya seperti ini akan sulit menyelesaikan persoalan kemiskinan yang
ada karena sifat bantuan tidaklah untuk pemberdayaan, bahkan dapat menimbulkan
ketergantungan.
Kedua data ini pada dasarnya ditujukan
untuk kepentingan perencanaan nasional yang sentralistik, dengan asumsi yang menekankan
pada keseragaman dan fokus pada indikator dampak. Pada kenyataannya, data dan
informasi seperti ini tidak akan dapat mencerminkan tingkat keragaman dan
kompleksitas yang ada di Indonesia sebagai negara besar yang mencakup banyak
wilayah yang sangat berbeda, baik dari segi ekologi, organisasi sosial, sifat
budaya, maupun bentuk ekonomi yang berlaku secara lokal. Bisa saja terjadi
bahwa angka-angka kemiskinan tersebut tidak realistis untuk kepentingan lokal,
dan bahkan bisa membingungkan pemimpin lokal (pemerintah kabupaten/kota).
Kemiskinan bisa dikelompokan dalam dua
kategori, yaitu Kemiskinan
absolut dan Kemiskinan
relatif. Kemiskinan absolut mengacu pada satu set standard yang
konsisten, tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat / negara. Sebuah contoh dari
pengukuran absolut adalah persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yg
cukup menopang kebutuhan tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari
untuk laki laki dewasa).
Meskipun kemiskinan yang paling parah terdapat
di dunia bekembang, ada bukti tentang kehadiran kemiskinan di setiap region. Di
negara-negara maju, kondisi ini menghadirkan kaum tuna wisma yang
berkelana ke sana kemari dan daerah pinggiran kota dan ghetto yang miskin.
Kemiskinan dapat dilihat sebagai kondisi kolektif masyarakat miskin, atau
kelompok orang-orang miskin, dan dalam pengertian ini keseluruhan negara kadang-kadang
dianggap miskin. Untuk menghindari stigma ini, negara-negara ini biasanya
disebut sebagainegara berkembang.
Penyebab kemiskinan
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:
·
penyebab individual, atau patologis, yang
melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si
miskin;
·
penyebab keluarga, yang menghubungkan
kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
·
penyebab sub-budaya (subcultural),
yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau
dijalankan dalam lingkungan sekitar;
·
penyebab agensi, yang melihat kemiskinan
sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi;
·
penyebab struktural, yang memberikan
alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.
Meskipun diterima luas bahwa kemiskinan
dan pengangguran adalah sebagai akibat dari kemalasan, namun di Amerika Serikat (negara
terkaya per kapita di dunia) misalnya memiliki jutaan masyarakat yang
diistilahkan sebagai pekerja
miskin; yaitu, orang yang tidak sejahtera atau
rencana bantuan publik, namun masih gagal melewati atas garis kemiskinan.
Faktor Penyebab Kemiskinan
·
Tidak tersedia kesempatan kerja
(Menganggur, tdk memperoleh penghasilan)
·
Upah gaji dibawah standar minimum
·
Produktivitas kerja yang rendah
·
Ketiadaan aset
·
Diskriminasi seks dalam upah kerja
·
Tekanan harga (harga ditetapkan oleh
pembeli)
·
Penjualan tanah (untuk kepentingan
konsumtif)
·
Penyebab Kemiskinan lainnya
·
Rendahnya pendapatan dan tingkat konsumsi
masyarakat
·
Rendahnya tingkat pendidikan dan kesehatan
·
Ketidakberdayaan untuk berpartisipasi
dalam proses pengambilan keputusan publik (powerlessness)
·
Ketidakmampuan menyampaikan aspirasi
(voicelessness)
·
Masalah yang berkenaan dengan pembangunan
manusia (human development)
·
Menghilangkan kemiskinan
Tanggapan utama terhadap kemiskinan
adalah:
Bantuan kemiskinan, atau membantu secara
langsung kepada orang miskin. Ini telah menjadi bagian pendekatan dari
masyarakat Eropa sejak zaman pertengahan.
Bantuan terhadap keadaan individu. Banyak
macam kebijakan yang dijalankan untuk mengubah situasi orang miskin berdasarkan
perorangan, termasuk hukuman, pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja, dan
lain-lain.
Persiapan bagi yang lemah. Daripada
memberikan bantuan secara langsung kepada orang miskin, banyak negara
sejahtera menyediakan bantuan untuk orang yang dikategorikan
sebagai orang yang lebih mungkin miskin, seperti orang tua atau orang dengan
ketidakmampuan, atau keadaan yang membuat orang miskin, seperti kebutuhan
akan perawatan
kesehatan
Dampak Tingginya Angka Kemiskinan di
Indonesia
1) Dampak
masalah kependudukan
Kemiskinan akan menimbulkan dampak
kependudukan, yaitu ketidakmerataan persebaran penduduk, karena banyak orang
yang datang ke kota-kota besar (urbanisasi) untuk sekedar mengadu nasib.
Hal ini akan menimbulkan kesenjangan pembangunan sarana prasarana dan
kebutuhan umum. Kesenjangan pembangunan ditambah dengan terbatasnya lapangan
pekerjaan sedangkan angkatan kerja yang jumlahnya meledak akan menimbulkan
banyak pengangguran, baik pengangguran terselubung mupun pengangguran terbuka.
2) Dampak masalah
ekonomi
Indonesia adalah negeri yang kaya akan sumber
daya alam dan potensi sumber daya manusia yang tinggi. Namun sangat
disayangkan, kemiskinan menjadikan Penduduk tidak memiliki kekuatan dalam
mengembangkan perekonomian Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan lemahnya
tingkat konsumsi masyarakat Indonesia terhadap berbagai produk. Permodalan
dalam bidang produksi juga masih kurang, sehingga perusahaan tidak dapat
berkembang secara optimal. Masalah transportasi yang sulit dijangkau karena
kurangnya kemampuan masyarakat untuk mengadakan sarana transportasi yang
memadai dan dapat dijangkau segala kalangan juga menghambat perekonomian
Indonesia.. Hal ini sangat disayangkan karenasebenarnya Indonesia memiliki
potensi yang besar.
3) Dampak masalah
lingkungan
Masalah lingkungan terjadi saat masyarakat
tidak mampu menyediakan lingkungan hidup yang memadai bagi diri dan
keluarganya. Lingkungan hidup yang tidak memadai mengancam ketenteraman dan
kesejahteraan karena terjadi ketidak seimbangan manusia dengan lingkungan yang
menjadi tempat hidupnya. Dampak masalah lingkungan yang lain adalah
keterbelakangan pembangunan,kebodohan, banjir, pencemaran lingkungan, den
tingkat kesehatan masyarakat yang rendah karena lingkungan yang kurang
mendukung akibat kemiskinan.
4) Dampak masalah
pendidikan
Masalah pendidikan di Indonesia juga
terkait dengan kemiskinan. Banyak anak-anak yang tidak mampu meneruskan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena dibelenggu kemiskinan, tak
jarang anak-anak Indonesia bahkan tidak pernah merasakan bangku pendidikan.
Pemerintah memang membebaskan biaya SPP pada pendidikan tingkat Sekolah Dasar
hingga Sekolah Menengah Atas, namun tidak pada biaya buku, seragam, dan biaya
transportasi ataupun bantuan biaya hidup selama bersekolah. Pendidikan secara
luas merupakan dasar pembentukan kepribadian, kemajuan ilmu, teknologi, dan
kemajuan kehidupan sosial pada umumnya. Dampak kemiskinan terhadap masalah
pendidikan sangat merugikan karena telah menghilangkan pentingnya
pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
5) Dampak masalah sosial
Kemiskinan menimbulkan berbagai dampak
sosial yang cukup meresahkan. Beberapa diantaranya adalah meningkatnya
kriminalitas, kasus bunuh diri, kasus pembunuhan, dan konflik sosial. Orang
yang miskin dan membutuhkan penyelesaian atas masalahnya akan menghalalkan
segala cara agar diri dan keluarganya dapat bertahan hidup, termasuk dengan
mencuri,merampok, bahkan sampai membunuh orang lain. Jika ia tidak dapat
memenuhi kebutuhan hidupnya, dan putus asa karena belenggu kemiskinan, dan
hutang pada orang lain dan tidak mampu untuk mengembalikannya, tidak menutup
kemungkinan untuk mengalami depresi dan bunuh diri. Kemiskinan juga menimbulkan
arus urbanisasi yang sangat deras. Orang-orang miskin pergi ke kota besar untuk
mengadu nasib dengan kemampuan yang sangat terbatas, dan akhirnya kalah
bersaing dengan orang lain. Hal ini akan memperparah tingkat pengangguran. Dan
yang terakhir, timbulnya konflik sosial disebabkan oleh orang-orang yang merasa
tidak puas dan kecewa atas kemiskinan yang kini meluas di desa maupun kota di
Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Hartomo.1990. Ilmu Sosial
Dasar.Jakarta:Bumi Aksara
Rustian kamaluddin. 1998. Pengantar
ekonomi Pembangunan.Jakarta : Lembaga penerbit fakultas Ekonomi UI
M.Masyhur amin.1994. Moralitas
Pembangunan.Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset
Herimanto. 2008. IlmuSosialdanBudayaDasar.
Jakarta : BumiAksara
Jurnal Masyarakat dan Budayaa,volume 11
No.2 Tahun 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar